Kitasemua tahu bahwa Muhammad datang dengan meng-KLAIM dirinya sebagai NABI. Pengangkatan ini didasarkan pada KLAIM bahwa ia didatangi dan diberi wahyu-kebenaran oleh sesosok Ruh. Dan Ruh yang misterius ini (tanpa bawa nama, jatidiri dan mujizat) di-KLAIM datang dari Allah. diadengan sengaja mengarang kitab suci sendiri dan mencoba membenarkan bahwa kitabnya asli bukan palsu (nabi-nabi israel seperti musa, yesaya, daniel, juga menulis kitabnya sendiri tapi tidak ada klaim-klaim bahwa kitabnya adalah kitab suci asli atau palsu, sebab tulisan mereka bukan untuk tujuan dikultuskan, justru orang-orang yang Marikita lihat beberapa ayat yang sering dinyatakan sebagai nubuat tentang Muhammad di Alkitab. 1. Taurat, Ulangan 18:18. "Seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini [Musa]; Aku akan menaruh FirmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya." Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Dalam hidup bermasyarakat kini dan di sini kita jumpai, bahwa biasanya presiden melalui jurubicaranya menyampaikan pesannya kepada publik, dengan mempergunakan alat komunikasi yang ada. Dan pesan itu dicatat oleh para wartawan, bahkan menggunakan alat elektronik perekam gambar dan berita, agar tidak salah kutip dan dapat ditelusuri keaslian pesan presiden. Alkitab Perjanjian Lama bersaksi, bahwa Allah mempergunakan cara ber-komunikasi yang mirip dengan itu, tetapi tanpa gambar, untuk menyampaikan pesan-Nya kepada umat-Nya. Dan jurubicara yang menyampaikan pesan itu dinamakan nabi, yakni yang bergender laki-laki, dan nabiah bagi yang perempuan. Dalam kasus jurubicara presiden, isi pesan menjadi titik sentral perhatian wartawan dan publik. Hal yang sama kita jumpai juga pada pesan seorang nabi. Karena isi pesan itulah, yang merupakan kriterium dalam menentukan palsu tidaknya sang nabi, yang menyampaikannya. Marilah kita menelusuri apa yang dikatakan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengenai nabi palsu, dan perkembangan terkini mengenai komersialisasi jabatan kenabian. KESAKSIAN PERJANJIAN LAMA Apabila kita memperhatikan Yeremia dan rekan-rekan seangkatannya, maka isi pesannya Yer. 419, ialah mengenai derita dan siksaan, karena kejahatan dan kemurtadan umat Allah. Namun, berbeda dengan Yeremia, ada nabi seangkatan yang memberikan pesan kenabian, tetapi diametral berbeda orientasinya. Dalam hubungan ini, Tuhan berfirman “….semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu. Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.” Yer. 613-14. Itulah komersialisasi jabatan kenabian zaman purba, di mana pesan kenabian yang diberikan itu berorientasi kepada apa yang ingin didengar oleh umat Allah. Maka para nabi palsu pun dengan antusias memberikan jasa pesan kenabian, yang sesuai minat dan selera “pasar,” berdasarkan hukum demand and supply. Preferensi dan kesukaan “pasar” kita jumpai pada kesaksian nabi Yesaya, yang merekam keinginan umat Allah agar “Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah hal-hal yang manis.” Yes. 3010. Kisah konfrontasi antara nabi Amos dan rekannya yang palsu, dengan tetap menggunakan pesan sebagai tolok ukur, dapat kita jumpai dalam kasus penggunaan faktor kebanggaan nasional Israel. Alkitab Perjanjian Lama mengisahkan tentang benturan hebat antara nabi Amos dan imam Amazia dari Betel Amos 710-13. Terdorong rasa kebanggaan nasionalnya, Amazia menuduh Amos melakukan makar, yang didakwanya di hadapan raja Yerobeam. Tetapi kepalsuan pesan imam Amazia, dan kebenaran nubuatan nabi Amos mengenai kejatuhan Israel, kemudian terbukti secara faktual. Bukan saja kerajaan Israel jatuh, tetapi raja Yerobeam mati, dan umat Israel ditawan dan dibuang oleh bangsa Asyur. KESAKSIAN PERJANJIAN BARU Kesaksian mengenai nabi palsu dilanjutkan oleh Alkitab Perjanjian Baru. Bahkan Kristus sendiri merasa perlu untuk menasehatkan agar umat-Nya tetap waspada dan berjaga-jaga. Oleh karena itu, Ia bersabda “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” Mat. 2423-24. Gereja purba ternyata harus menghadapi apa yang telah dinubuatkan Kristus, sehingga dalam konteks itu surat-surat rasuli perlu mengulangi nasehat tersebut Bandingkan 2 Pet. 21 dan 1 Yoh. 41. Mengenai “tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat,” bahwa hal itu dibantu dan dihasilkan oleh roh jahat, dan bukan Roh Kudus Wah. 1311-15. Dalam hubungan itu, Rasul Paulus menasehati jemaat Efesus, agar bertekun untuk …”mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Ef. 413-16. Mengenai masalah ke-waspadaan terhadap nabi-nabi palsu, kiranya masih belum lengkap, apabila tidak kita kutip juga nasehat Rasul Yohanes “…janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini sudah ada di dalam dunia ” 1 KEADAAN TERKINI Kita telah jumpai komersialisasi jabatan kenabian di zaman nabi Yeremia dan Yesaya, yang berorientasi kepada selera “pasar,” sehingga pesan mereka dimasukkan dalam kategori pesan nabi palsu. Motivasi itu menghadirkan ekuasi permintaan publik dan pasokan yang diatur oleh nabi yang bersangkutan, menurut hukum demand and supply. Dalam zaman Perjanjian Baru, Kristus, Sang Raja Gereja sendiri, yang menasehatkan umat-Nya agar waspada terhadap nabi palsu. Gereja purba mengalaminya, yang dibuktikan oleh pesan-pesan pastoral para rasul, yang kita jumpai dalam Alkitab Perjanjian Baru. Abad ke-21 ternyata lebih seru dan serba canggih tingkat komersialisasinya. Nabi-nabi palsu yang bermunculan, bahkan lengkap dengan buku-bukunya untuk merobah dan menggeser Alkitab, yang dianggap telah demikian kuno. Bahkan Kristus sendiri pun dianggap bukan Juruselamat Dunia, tetapi hanya seorang guru yang bijaksana. Namun, sungguh pun telah menolak Kristus, tetapi anehnya mereka masih tetap merasa diri sebagai bagian dari umat kristiani. Inilah gejala gunting dalam lipatan. Di pihak lain gejala komersialisasi itu terlihat pada gelagat sementara pemimpin umat perkotaan, yang merasa perlu untuk menggunakan gelar kesarjanaan, tetapi langsung menyandang gelar S3, tanpa perlu melalui strata S1 dan S2. Gelar itu ditempelkan pada nama pemilik sebagai ornamen untuk kepentingan multi-level marketing dalam merebut dan meningkatkan jumlah anggota di masyarakat perkotaan money center. Paradigma demikian tidak mungkin dapat memberikan tempat bagi pelayanan Firman kepada masyarakat di pedalaman, karena di sana sama sekali tidak ada daya tariknya. Itulah beliau-beliau, yang ramai meriah menghiasi nama dengan rangkuman gelar kesarjanaan semua strata akademis, misalnya Pdt. Dr. Ir. Polan Agustus, BSc, MA, PhD. Gejala yang paling terkini, ialah keberanian yang luar biasa untuk menggunakan gelar prophet/nabi, dan apostle/rasul untuk memenuhi selera “pasar,” dan ternyata bermuara kepada usaha pemantapan projected cash flow. Dan ini adalah bagian dari gaya pengelolaan industri jasa service industry. Yang mempelopori gerakan ini ialah mereka dari negara Paman Sam, sebagai trend setter. Mode tersebut sekarang sudah kita impor, sama seperti misalnya dalam rangka franchising kita mengimpor penggunaan brand name Kentucky Fried Chicken, sang raja junk food. Memang lafal prophet kebetulan sekali sangat mirip dengan lafal profit. Jadi kalau media massa baru-baru ini ramai-ramai memberitakan munculnya seorang nabi di sebuah kota di Jawa Barat, maka itu adalah domestic variety dari produk internasional yang dikemukakan di atas. Jadi harap maklum! SH Thursday, November 7, 2019 Edit Nabi adalah orang yang menerima wahyu dari Allah ataupun suara Tuhan untuk disampaikan kepada umat manusia. Tujuannya adalah untuk pertobatan, supaya manusia hidup dijalan kebenaran sesuai dengan kehedak Allah. Nabi bertugas menegur dan membangun orang untuk hidup kudus dan ia tidak akan mencari keuntungan untuk diri sendiri. Lalu bagaimana dengan Nabi palsu Nabi palsu adalah orang yang merasa dan menerima wahyu dari Tuhan. Meraka hanya merasa menerima, dan tidak ada kepastian yang jelas. Mereka merasa mendapat wahyu dari malaikat dan Tuhan, yang sebenarnya itu hanyalah perasaan dari pikiran sendiri atau bisikan dari roh jahat. Nabi palsu memberikan isi dan nasihat yang dapat menyesatkan manusia dan bertentangan dengan kebenaran yang sesungguhnya. Dalam kitab Matius 715 tertulis, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah srigala yang buas”. Dalam ayat diatas bahwa, Tuhan Yesus telah memperingatkan bahwa akan datangnya nabi-nabi palsu. Lalu bagimana ciri-ciri yang tampak dari Nabi palsu itu. Ciri Nabi palsu Nabi palsu memiliki sifat Munafik, disisi lain ia tampak baik tetapi aslinya jahat. Seperti dikatakan dalam ayat diatas mereka menyamar seperti domba tetapi sesungguhnya srigala yang buas. Nabi palsu melakukan mukjizat. Nabi palsu dapat saja melakukan mukjizat, tetapi datangnya tidak dari Tuhan. Mereka dapat melakukan itu dengan sihir-sihirnya yang dapat menipu umat manusia. Nabi palsu memiliki sifat menyesatkan. Dalam kitab suci ada tertulis akan ada nabi palsu yang menyesatkan banyak orang. Nabi palsu akan menyesatkan dengan ajaran-ajaran yang menyimpang dari kebenaran. Nabi palsu memiliki sifat jahat dan berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tujuan yang jahat untuk mencerai-beraikan umat Allah. Nabi palsu memiliki sifat jahat dan tidak sesuai dengan perkataannya. Dari perbuatan yang dilakukannya itu kita akan mengetahui nabi yang palsu, ia dapat memperdaya manusia dari perkataannya yang baik. Ia tidak menujukan teladan hidup yang kudus dan yang dikehedaki oleh Allah. Nabi palsu menyangkal dan tidak mengakui Tuhan Yesus. Dalam kitab suci 1Yohanes 41-3 dikatakan “Saudara-saudaraku yang terkasih janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia”. Nabi-nabi palsu tidak mengakui Tuhan Yesus, tetapi mereka akan menyangkalnya. Lori Official Writer Tahukah kamu, bahwa ada sekolah nabi yang dituliskan dalam Perjanjian Lama? Selain itu, Alkitab juga mencatat bahwa ada nabi palsu dalam sejarah kuno Israel hingga zaman Perjanjian Baru. Apakah benar nabi palsu merupakan salah satu tanda dari akhir zaman? Lalu, apa yang Alkitab sampaikan mengenai nabi palsu? Dan bagaimana cara membedakan nabi palsu dan nabi Tuhan yang benar? NABI-NABI DALAM ALKITAB Nabi adalah seseorang yang menerima wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada umat manusia. Wahyu tersebut bisa berupa penglihatan vision maupun suara audible. Tujuan dari pesan Allah yang disampaikan ialah agar manusia itu bertobat dan hidup dijalan kebenaran sesuai dengan kehendak Allah. Tugas nabi ialah menegur dan membangun orang untuk hidup kudus dan ia tidak mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Kebanyakan nabi yang disampaikan dalam Alkitab ialah nabi laki-laki. Meski begitu, ada juga nabi perempuan yang bertugas di Israel, yang biasa disebut nabiah. Nabi pada dasarnya adalah manusia biasa seperti kita. Bedanya, mereka memiliki otoritas dari Allah. Apapun pesan atau suara yang mereka terima atau dengar dari Allah, maka pesan itu harus disampaikan, baik itu yang bersifat tidak enak didengar atau sebaliknya. Baca Juga FaktaAlkitab – Yehezkiel, Nabi Yang Tidak Boleh Menangisi Ketika Kematian Istrinya SEKOLAH NABI Di zaman Israel kuno ada sekolah-sekolah di mana para nabi menjadi pengajar, dan murid-muridnya dinamakan "rombongan nabi" atau "kumpulan nabi". Rujukan paling awal tentang sekolah itu ialah yang didirikan oleh Samuel di Gibea dan Nayot yang disebutkan dalam 1 Samuel 1010 dan 1 Samuel 1920. Selain itu ada kemungkinan bahwa nabi-nabi yang disembunyikan Obaja dari Izebel adalah murid-murid dari sekolah itu 1 Raja. 184. Selain sekolah nabi di Gibea dan Nayot, 2 Raja-raja 23 dan 5 juga menyebutkan bahwa ada rombongan nabi di Betel dan Yerikho. Bahkan saat Elisa berada di Gilgal, dituliskan juga bahwa para nabi-nabi makan bersama disana 2 Raj. 438-44. Sementara itu 2 Raja-raja 61-4 menuliskan bahwa ada upaya rombongan para nabi untuk membangun tempat tinggal mereka. NABI PALSU DAN PENGAJARANNYA Sejatinya nabi diutus atas kehendak Allah. Namun ada juga yang bukan berasal dari ajaran Tuhan dimana Alkitab menyebut mereka dengan sebutan nabi-nabi palsu. Nabi palsu memberikan isi dan nasihat yang dapat menyesatkan manusia dan bertentangan dengan kebenaran yang sesungguhnya. Para nabi palsu ini bertindak layaknya sebagai nabi yang benar, dan menganggap dirinya diutus oleh Tuhan. Keberadaan mereka yang dituliskan dalam Alkitab juga kerap berkonfrontasi dengan nabi-nabi Tuhan yang benar, seperti kisah nabi Elia dan 450 nabi baal. Melalui Musa, Allah telah memperingatkan adanya para nabi palsu, dimana mereka mengangkat dirinya sendiri sebagai nabi dan menyampaikan nubuat palsu. Baca Juga FaktaAlkitab - Yesaya, Nabi Yang Digergaji? Allah berkata kepada Musa bahwa jika nubuat seseorang tidak terlaksana maka itulah tandanya bahwa ia nabi palsu, dan ia pasti dihukum mati Ulangan 1820-22. Sementara di Perjanjian Baru, Yesus memperingatkan orang percaya untuk mewaspadai nabi-nabi palsu. Mereka menyamar seperti domba sesama pengikut kristus, namun sebenarnya mereka adalah serigala yang buas iblis. Matius 716-18 dan Lukas 643-45 menggambarkan bahwa nabi-nabi palsu itu adalah 'pohon yang tidak baik' sehingga menghasilkan 'buah yang tidak baik'. Karena itu, apakah seseorang itu nabi asli atau palsu dapat dilihat dari buahnya. Kebanyakan penafsir mengatakan bahwa 'buah' adalah kehidupan orang itu. Buah yang baik menunjuk pada kehidupan yang baik, sedangkan buah yang tidak baik menunjuk pada kehidupan yang tidak baik. Selain buah yang jahat dari kehidupan nabi palsu, catatan Alkitab lainnya menunjukan kepribadian buruk dari nabi palsu, seperti mengejar keuntungan Yeremia 810, Titus 111 2 Petrus 23, dan hanya bersikap baik terhadap orang yang menguntungkan Mikha 35. BACA HALAMAN BERIKUTNYA ->CIRI-CIRI NABI PALSU Selain memperingatkan tentang kehadiran nabi palsu di tengah umat, Alkitab juga menyajikan kepada kita ciri-ciri dari dari nabi palsu. Nabi palsu memiliki sifat munafik. Matius 715 menggambarkan tentang nabi palsu yang terkesan tampak baik tetapi aslinya jahat, mereka menyamar seperti domba tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Nabi palsu memiliki pembenaran palsu. Dalam Roma 103 disebutkan bahwa nabi palsu tidak mengenal dan tidak takluk pada kebenaran Allah, melainkan berusaha mendirikan kebenaran mereka sendiri. Nabi palsu disebut juga guru-guru palsu. 2 Petrus 21 menuliskan bahwa akan tampil guru-guru palsu di tengah-tengah umat dengan pengajaran-pengajaran sesat, yang berujung kebinasaan. Mereka menyangkal Yesus Kristus yang telah menebus mereka, sehingga mendatangkan juga kebinasaan atas diri mereka sendiri. Nabi palsu memberitakan Injil palsu seperti yang disampaikan dalam Galatia 1 8. Baca Juga FaktaAlkitab Zefanya, Nabi yang Menubuatkan Kedatangan Tuhan yang Kedua Kali Nabi palsu mempunyai mujizat palsu Matius 2424. Nabi palsu dapat saja melakukan mujizat, tetapi mujizat yang mereka lakukan tidak datang dari Tuhan. Mereka dapat melakukan itu dengan sihir-sihirnya yang dapat menipu umat manusia. Nabi palsu mengajak orang lain untuk menyembah allah lain. Dalam Ulangan 131-3 dituliskan, bahwa jika ada seorang nabi yang memberitahukan tanda atau mujizat, yang kemudian membujuk orang lain untuk mengikuti allah lain, dan bukan Allah Tritunggal, maka janganlah mendengarkan perkataan nabi tersebut, sebab jelaslah bahwa ia adalah nabi palsu. Nabi palsu menyangkal dan tidak mengakui Tuhan Yesus. Dalam 1 Yohanes 41-3 dikatakan “Saudara-saudaraku yang terkasih janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia”. Nabi-nabi palsu tidak mengakui Tuhan Yesus, tetapi mereka akan menyangkalnya. Perkataan nabi palsu tidak berasal dari Allah. Dalam Ulangan 1820 menjelaskan bahwa nabi palsu akan dengan lancang menyampaikan sesuatu dengan nama Allah, padahal Allah tidak memerintahkannya. Atau bahkan nabi palsu itu secara langsung mengaku berbicara atas nama allah-allah lain. Jadi dari buah hidupnya kita dapat mengenali nabi-nabi palsu, apakah berasal dari Allah atau dari iblis jahat. Yang berasal dari Allah akan menghasilkan buah-buah roh, sebaliknya jika tidak berasal dari Allah akan membuat kita tersesat, dan semakin menjauh dari Allah. Kamu diberkati dengan konten-konten kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini. Yuk bergabung jadi mitra hari ini. DAFTAR Sumber Halaman Tampilkan per Halaman

muhammad nabi palsu alkitab